Manchester United resmi mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim setelah 14 bulan menukangi tim utama. Keputusan tersebut diumumkan klub pada awal Januari 2026, menyusul performa Setan Merah yang dinilai belum memenuhi ekspektasi manajemen dan pendukung.
Pemecatan Amorim menjadi sorotan publik sepak bola Inggris, mengingat kedatangannya sempat diharapkan membawa perubahan signifikan di Old Trafford. Namun, hasil yang inkonsisten di kompetisi domestik maupun Eropa membuat posisi pelatih asal Portugal itu berada di bawah tekanan sejak paruh musim.
Selama masa kepemimpinannya, Manchester United kerap kesulitan menemukan stabilitas permainan. Sejumlah hasil negatif, termasuk kekalahan penting di liga dan kegagalan meraih target klub, menjadi faktor utama di balik keputusan manajemen untuk melakukan perubahan di kursi pelatih.
Selain performa di lapangan, Amorim juga disebut menghadapi dinamika internal dengan jajaran manajemen terkait arah proyek tim dan kebijakan teknis. Kondisi tersebut mempercepat evaluasi klub terhadap masa depannya sebagai pelatih kepala.
Dalam pernyataan resminya, Manchester United menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme Ruben Amorim selama menangani tim. Klub menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi kepentingan jangka panjang dan upaya mengembalikan MU ke jalur persaingan papan atas.
Sebagai langkah sementara, manajemen menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim. Mantan gelandang Manchester United itu akan memimpin tim hingga klub menemukan pelatih kepala permanen yang dinilai sesuai dengan visi dan target ke depan.
Jangan lewatkan : Mengenal John Herdman, Pelatih Baru Timnas Indonesia
Pemecatan Ruben Amorim menandai babak baru bagi Manchester United, yang kembali dihadapkan pada tantangan besar untuk membangun konsistensi dan kepercayaan di tengah tuntutan prestasi yang tinggi.
