Pemerintah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Kampar untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya debit air akibat pembukaan pintu pelimpah Waduk PLTA Koto Panjang. Langkah tersebut dilakukan setelah intensitas hujan tinggi melanda wilayah setempat dalam beberapa hari terakhir.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa kenaikan elevasi air berpotensi menimbulkan dampak bagi aktivitas masyarakat, khususnya bagi pemilik keramba ikan yang berada di sepanjang Sungai Kampar.
Untuk itu, pemerintah daerah telah menginstruksikan para camat, kepala desa, serta petani keramba agar melakukan langkah-langkah antisipasi dan persiapan guna meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.
Selain itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi dan meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah Kabupaten Kampar bersama unsur terkait juga disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan dampak akibat peningkatan debit air.
Baca juga : Waspada! Hari Ini PLTA Koto Panjang Tambah Tinggi Bukaan Waduk
Wakil Bupati Kampar Misharti turut mengingatkan warga agar menghindari aktivitas di sungai, seperti mandi atau berenang, selama proses pembukaan pintu waduk berlangsung dan kondisi air Sungai Kampar mengalami peningkatan.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Kampar akan terus menyampaikan informasi terbaru mengenai kondisi Waduk PLTA Koto Panjang melalui media sosial, media massa, serta berdasarkan peringatan dari Unit Layanan PLTA dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara berkala.
Sebagai informasi, manajemen PLTA Koto Panjang membuka pintu pelimpah waduk pada Selasa (30/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Pembukaan dilakukan pada dua pintu dengan masing-masing bukaan setinggi 50 sentimeter.
Dengan kebijakan tersebut, permukaan air Sungai Kampar diperkirakan akan mengalami kenaikan sekitar 20 hingga 30 sentimeter dari kondisi sebelumnya.
Jangan lewatkan : Proyek Surya dan Baterai Berskala Besar di Riau Dorong Energi Hijau
